Showing posts with label Ayam Kampung. Show all posts
Showing posts with label Ayam Kampung. Show all posts

Friday, 4 October 2013

Cara Mengobati Penyakit Kutil Pada Anak Ayam

Mengingat banyaknya peternak yang bertanya tentang masalah penyakit kutil pada anak ayam yang biasanya menyerang hidung atau sekitar paruh DOC ayam kampung, berikut kami kupas sedikit tentang masalah kutil hidung pada DOC ayam kampung

Pada pre starter DOC sering sekali kita menemukan masalah-masalah kecil. Namun masalah kecil tersebut pada usia muda akan berakibat buruk pada pertumbuhannya. DOC anda pernah mengalami masalah kutil ini juga? Mari kita telusuri penyebabnya.

1.Tanda-tanda Penyakit Kutil
Pada awalnya paruh ayam sekitar hidung atau pangkal paruh akan terlihat berdarah atau kemerah-merahan. Jika dibiarkan atau berlanjut akan mengeluarkan darah. Darah ini kemudian membeku dan membentuk gumpalan kasar di area paruh bagian tengah pada pangkalnya. Terlihat seperti kutil atau bisul pada daerah kepala ayam

2. Penyebab.
a. Penyakit
Jika dari tanda-tanda tersebut merupakan penyebab dari penyakit, maka sebabnya adalah parasit pada ayam. Parasit ini sering terjadi 1 atau 2 tahun sekali dalam semusim. Anak ayam yang tidak diumbar atau jauh dari induknya rata-rata 70% ke atas anak ayam mengalami hal serupa. Biasanya adalah pengaruh cuaca dan virus parasit. Penyakit ini tidak berbahaya dan akan hilang dalam usia 2 bulan. Penyakit ini jarang sekali menyerang ayam dewasa atau induk. Bisa dikatakan ayam usia lebih dari 3 bulan jarang sekali terkena.

b. Kandang
Jika masalah ini terjadi pada sebagian kecil anak ayam, misal dari 100 koloni hanya menyerang 10 ekor maka penyebabnya adalah masalah kandang. Apakah kandang DOC anda memakai strimin di setiap sisinya? Jika iya, itulah masalahnya. Pengalaman kami adalah ayam mengejar nyamuk atau benda/makhluk terbang dan ingin mematuknya, sehingga paruh ayam akan 'nyangkut' di setiap lubang strimin. Setelah pendarahan biasanya terjadi gumpalan seperti kutil pada paruhnya.

Bisa juga karena kandang terlau banyak kawat berkarat, kayu yang kurang halus, paku, bambu yang belum diraut dll dapat menyebabkan masalah ini.

Bisa juga diakibatkan karena gangguan serangga (gurem/mreki, nyamuk, lalat dll) sehingga anak ayam menggaruk dengan kaki di daerah kepalanya.

3. Mengobati
Untuk pengobatan karena masalah ini saya rasa tidak begitu besar maka hanya saya biarkan begitu saja. Namun jika ingin diobati adalah memakai obat alami pun dapat dilakukan seperti menggunakan batang daun iodium, atau menggunakan obat merah.

4. Pencegahan/Tips
Setelah kami mengalami kejadian seperti masalah kutil di atas kami tidak lagi menggunakan strimin sebagai kandang DOC. Sebagai gantinya kami menggunakan benda atau sekat tertutup seperti kardus, triplex, plastik dll yang tidak ada lubang di area dinding kandang DOC.

Selain itu pastikan anak ayam jauh dari serangga yang mengganggu

Seperti itulah pengalaman kami menangani masalah kutil pada DOC ayam kampung. Jika ada pertanyaan masalah ini mohon komentar di komentar blog untuk respon langsung. Akhir kata sukses peternak ayam kampung Indonesia!

Wednesday, 25 September 2013

Cara Menghilangkan Mreki / Gurem Pada Kandang Ayam

Kutu kecil-kecil pada ayam atau Mreki (jawa) atau gurem merupakan hama bagi para peternak ayam. Hama ayam ini pada umumnya adalah binatang yang sering menganggu atau menempel pada bagian tubuh ayam sambil menghisap sari-sari makanan dari tubuh ayam tersebut. Dampak dari hama memang tidak langsung menimbulkan kematian tetapi sangat merugikan, sebab dapat menganggu ketenangan ayam sehingga pertumbuhan dan produktivitasnya berkurang.

Gurem merupakan parasit yang sering menyerang ayam pada waktu mengeram, sehingga menimbulkan gejala gatal-gatal yang luar biasa disekujur tubuh.

Gejalanya:
Pada awalnya, ayam merasa gatal-gatal terutama pada bulu ekornya.
Ketika kondisinya semakin parah, rasa gatal itu melanda seluruh permukaaan tubuh.

Umur ayam yang diserang:
Gurem pada umumnya menyerang ayam yang sedang mengerami telurnya, tetapi bila gurem tersebut terlalu banyak, ayam-ayam yang tidak mengeram pun akan diserang pula.

Penularannya:
Kontak langsung dengan antara ayam yang sedang mengidap gurem dengan yang tidak.
Adanya angin yang membawa terbang gurem-gurem pada ayam yang sedang mengeram ke kandang ayam lainya.

Cara mengatasi:
- Gunakan tembakau kering atau daun sirih kering yang sudah dirajang dan taburkan pada tempat ayam bertelur serta di sekitar kandang atau gunakan sebagai petarangan ayam, terkadang ada yang menggunakan bekas puntung rokok.
- Alternatif lain memakai Peditox juga bisa,langsung ditaburkan di sekitar kandang atau tempat indukan sedang mengerami.
- Ada juga dengan tumbuhan namanya BENGLE,tumbuhan obat sejenis JAHE tapi rimpangnya berwarna kuning.Caranya parut rimpang bengle,ambil airnya kemudian disemprotkan/cipratkan ke lokasi yg kena gurem
- Gunakan Kapur Ajaib, digerus atau dikerik kemudian ditabur di petarangan/tempat angrem ayam. Satu batang kapur bisa dipake untuk 3 -4 petarangan.

Pencegahan Penyakit Pada Ayam Kampung

Masalah serius dari peternakan ayam kampung adalah timbulnya berbagai penyakit. Seiring dengan musim kemarau yang berkempanjangan tentu akan menimbulkan berbagai penyakit pula. Untuk itu langkah terbaik dalam beternak ayam adalah mencegah berbagai penyakit ayam. Dengan mencegah akan lebih baik dari pada mengobati bukan?

Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari. Adapun cara mencegah penyakit pada ayam kampung adalah sebagai berikut :

1. Berilah abu atau bahan lain yang dapat menyerap air dari kotoran ayam. 
Letakkan dimana terdapat penumpukan kotoran ayam. Biasanya di bawah tempat bertengger atau di bawah sarang bertelur. Cara ini dilakukan dengan maksud mengurangi kelembaban atau air pada kotoran. Sehingga virus dan bakteri tidak akan berkembang. Bahan lain yang dapat digunakan adalah kapur atau gamping (bahasa jawa). Bila ingin dijadikan kompos taruh kulit padi atau gabah (bahasa jawa). Usahakan lantai atau litter dalam keadaan kering.

2. Di dalam kandang usahakan udara dapat keluar masuk dengan bebas.
Artinya usahakan kandang memiliki ventilasi atau saluran udara yang cukup. Dengan demikian udara atau bahkan penyakit dapat bersirkulasi dengan baik. Cara ini dimaksudkan untuk ayam mendapat udara yang selalu baru dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Kandang yang terlalu tertutup atau bahkan redup akibat kurangnya udara dan cahaya yang cukup mengakibatkan ayam kurang nafsu makan.

3. Gantilah air setiap paling lama 2-3 hari 1X.
Air harus dalam keadaan yang bersih dan bebas dari tanah atau kotoran ayam. Biasanya untuk kandang model litter akan rawan terhadap air kotor. Jadi pastikan air selalu diganti. Air yang bersih mengurangi tersumbatnya hidung ayam karena biasanya ayam akan mencelupkan paruhnya sampai ke hidungnya. Dengan begitu penyakit dapat dicegah terutama untuk pernapasan.

4. Sarang bertelur (induk) bisanya adalah tempat yang selalu kotor.
Terutama setelah menetas, biasanya akan timbul hewan kecil seperti mreki (bahasa jawa). Untuk itu sarang hanya 1x pakai, bakar sarang tersebut dan ganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, sarang bertelur yang pada umumnya lembab akan muncul nyamuk yang juga bersarang di bawahnya. Semprotlah dengan desinfektan atau air daun sirih untuk pencegahan timbulnya penyakit.

5. Pisahkan ayam yang sakit atau isolasikan ke tempat yang jauh dari ayam-ayam sehat.
Dengan mengisolasi ayam yang sakit akan memutus rantai penularan bibit penyakit ayam. Ayam yang sakit biasanya akan berakibat dengan perkembangannya. Untuk itu cara penanggulangannya adalah mengobati dan memacu pertumbuhannya. Dengan kata lain saat ayam yang sakit kita pisahkan langkah yang kita lakukan adalah mengobati penyakit dan memacu dari pakan agar mengejar pertumbuhan dari ayam-ayam yang sehat.

6. Jangan membeli ayam yang sakit!
Ayam yang sakit biasanya didapat dari hasil transportasi atau dari penjual ayam. Untuk itu bila terlanjur dibeli usahakan jangan ditaruh di kandang dahulu. Isolasikan setiap ayam baru sebelum ditaruh di kandang bersama ayam lama meski berada di kandang yang berbeda. Dengan adanya ayam baru yang sakit merupakan langkah awal munculnya penyakit.

7. Karakter asli ayam kampung adalah mengais atau menceker-ceker tanah dengan kakinya.
Dengan begitu kaki ayam menjadi rawan tercemarnya penyakit. Banyak penyakit dimulai dari kaki kotor seperti bubul ayam. Bila kaki ayam kotor atau sakit bubul ayam semprotlah dengan air garam dan bawang putih. Tapi ingat, jangan langsung di goreng ya! :D

8. Cegah datangnya penyakit dengan menghindari tergenangnya air di kandang ayam.
Air yang menggenang atau kelembaban yang berlebih dapat menjadi sarang berbagai penyakit atau nyamuk yang dapat merugikan ayam di dalam kandang. Kelembaban di dalam kandang yang berlebih mengakibatkan ayam kurang bergerak lincah dan ayam hanya merenung.

9. Kubur ayam yang mati.
Biasanya malah di bakar, tapi menurut kami ayam yang dibakar menjadi pembawa atau penyebar penyakit karena udara yang dihasilkan dari pembakaran ayam yang mati. Dengan mengubur ayam maka tidak akan menimbulkan penyakit namun malah kebalikannya yaitu sebagai pupuk. Kuburlah ayam yang mati di sekitar pohon seperti pisang dan lainnya.

10. Usahakan membersihkan kandang ayam setiap hari.
Sapulah kotoran ayam dengan sapu lidi dan pinggirkan kotoran ayam. Kotoran yang menumpuk di kandang akan menyebabkan bau yang menyengat dan hidupnya bibit penyakit.

11. Berilah tanaman sebagai penyejuk di sekitar kandang.
Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan. Misalnya tanaman anti serangga, dan lainnya. Dengan cara ini dimaksudkan memberi sejuk kandang dan menyerap bibit penyakit. Tanaman ditempatkan di pinggir kandang dan usahakan tanaman yang ada di kandang adalah tanaman yang apabila dimakan ayam akan aman. Seperti sifat ayam yang akan memakan dedaunan di sekitarnya.

12. Pisahkan antara tempat bertengger/nangkring dari tempat bertelur.
Jika sarang bertelur dekat dengan tempat bertengger maka kotoran akan jatuh pada sarang ayam yang dapat merugikan ayam terutama telur yang dierami tersebut.

Selain cara tersebut di atas masih banyak lagi cara untuk mencegah datangnya penyakit ayam. Di antaranya adalah :
a. Semprotlah sekitar kandang pada siang hari untuk mengurangi panas yang berlebih yang dapat menyebabkan stress pada ayam
b. Berilah pakan yang selalu baru. Pakan yang terlalu lama dapat menimbulkan tumbuhnya jamur dan hewan merugikan lain
c. Bersihkan tempat pakan sebelum memberi atau menghidangkan pakan
d. Berilah sarapan pagi yang hangat untuk menghangatkan badan.
e. Berilah kunyit sebagai jamu dan berbagai obat herbal atau jamu alami lainnya.

Sekiranya kurang lebih seperti itu untuk cara mencegah penyakit ayam kampung. Dengan mencegah maka ternakan ayam kita akan nyaman. Salam sukses!

Saturday, 14 September 2013

Solusi Agar Ternak Ayam Kampung Menguntungkan


CARA MEMELIHARA AYAM KAMPUNG — Ayam kampung sesungguhnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun hal itu belum bisa menjadi sumber ekonomi yang diandalkan untuk saat itu. Problem tersebut lebih disebabkan karena manajemen bisnis ternak ayam kampung yang belum efektif dan efisien.

Menurut Prof Edjeng Suprijatna, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, ketidak efektifan ternak ayam kampung selama ini adalah pada sistem pemeliharaan yang dibuat secara umbaran. Pada model pemeliharaan ayam semacam ini, menurutnya penyakit sulit dikontrol dan efisiensi pakan juga sangat rendah, sehingga tidak menguntungkan.

Menurut Prof Edjeng Suprijatna, cara agar ternak ayam kampung lebih menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan berpotensi ekspor adalah dengan ternak ayam kampung yang dikandangkan. Ini penting untuk memudahkan pengontrolan terhadap penyakit dan kesehatannya lebih terjaga. Seperti diketahui selama ini penyakit “tahunan” kerap menyerang ternak ayam kampung umbaran secara sporadis.

Keuntungan dari sistem ternak ayam kampung yang dikandangkan adalah tingkat kematian ayam kampung yang bisa ditekan secara significant. Selain masalah kesehatan, beberapa sifat buruk ayam kampung juga bisa dikurangi dengan model seperti ini. Misalnya saja sifat mengeram, dengan rekayasa genetik sifat mengeram ini bisa dikurangi.

Sifat lain adalah sifat kanibal atau sifat agresif menyerang ayam lain. Sifat agresif bisa dikurangi dengan cara seleksi dan menggunaan kandang litter. Selain itu sifat agresif bisa dikurangi dengan penggunaan ransum dengan serat kasar tinggi, mengurangi kepadatan populasi dalam kandang dan membuat kandang tidak terlalu terang. Menurutnya agar kandang tidak terlalu terang pada siang hari kandang bisa diberi tirai.

Solusi Agar Ternak Ayam Kampung Menguntungkan

Usaha ternak ayam kampung selama ini masih menggunakan teknologi budidaya yang tradisional dan belum sesuai yang diharapkan dan memiliki produktivitas rendah. Karena itu Prof Ejeng menyarankan agar pengembangan peternakan ayam lokal harus merupakan usaha agribisnis. Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan adalah peternak harus memilih usaha antara telur dan daging secara terpisah.

Pemeliharaan ayam lokal sebagai penghasil daging / telur secara intensif melalui perbaikan manajemen pemeliharaan (ransum, vaksinasi, perkandangan), peningkatan skala usaha dan permodalan dapat menghasilkan tambahan pendapatan bagi peternak yang lebih besar.

Spesialisasi ini terutama dapat dilakukan di daerah sekitar kota besar, seperti saat ini sudah mulai berkembang. Tetapi untuk daerah pelosok pedesaan sistem pemeliharaan masih merupakan gabungan untuk menghasilkan telur tetas atau telur konsumsi dan ayam potongan.

Jika pola manajemen ternak ayam kampung telah dilakukan dengan baik maka tidak mustahil usaha ternak ayam kampung akan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya itu produk ayam kampung menjadi komoditas yang bisa diekspor. Namun semuanya perlu perbaikan usaha ternak dari mulai pembibitan, pemeliharaan hingga pasca produksinya. Semoga sukses peternak Indonesia.

Tips Memelihara Anak Ayam Kampung Untuk Mengurangi Kematian

Setelah Membahas Cara Memelihara Anak Ayam Kampung yang baru menetas, sekarang team sukses bercocok akan membagi tips Memelihara anak ayam kampung untuk mengurangi resiko kematian.

Ternak unggas yang satu ini sudah mendarah daging di kalangan masyarakat kita. Tidak hanya masyarajat di kampung yang memiliki lahan cukup luas saja, namun juga dilakukan warga perkotaan. Ikut berhimpitan di samping rumah, belakang bahkan di depan rumah.

Memelihara ayam kampung memang seakan telah menjadi hobi mengisi waktu luang dan selingan hidup. Ayam kampung memang bisa fleksibel, dipelihara pada kandang atau diumbar dan berkeliaran semaunya. Namun yang sering menjadi kendala adalah memelihara anakan ayam kampung dari DOC (day old chicken).

Anakan ayam atau kuthuk (bahasa Jawa) memang memerlukan perlakuan khusus dibandingkan dengan ayam dewasa. Tidak bisa dibiarkan begitu saja berkeliaran mencari makan dan bermain di “alam bebas”. Anakan ayam masih membutuhkan perlindungan dan makanan yang sedikit khusus, karena masih lemah sehingga tidak kuat jika bersaing dengan ayam-ayam lain yang sudah besar. Lihat saja jika ada anakan ayam yang menetas indukannya akan selalu melindunginya dan mencarikan makanan. Dalam memelihara anak ayam tanpa indukan, kita perlu meniru apa yang dilakukan sang induk pada anaknya.

Hal penting dalam memelihara anakan ayam adalah pada masalah kondisi lingkungan yang masih hangat. Pada fase-fase awal saat baru menetas, sampai usia satu minggu kandang dibuat semacam box yang cukup rapat namun cukup dalam sirkulasi udara. Pada malam hari memberikan lampu penting untuk memberikan kehangatan pada si anak ayam. Jika siang hari udara cukup dingin, biarkan lampu tetap menyala agar ayam tidak kedinginan. Anak ayam yang kedinginan akan rentan terserang penyakit.

Untuk mengetahui apakah lampu cukup untuk menghangatkan anak ayam atau tidak, kita bisa lihat dari tingkah lakunya. Jika anak ayam bergerombol di bawah lampu pertanda bahwa lampu yang digunakan kurang panas. Jika anak ayam menjauh dari lampu dan terkesan menghindar berarti ruangan terlalu panas, sehingga lampu perlu dikurangi. Jika anak ayam menyebar secara merata dan bertingkah normal berarti suhu ruangan sudah cukup.

Pemberian lampu selain memberikan kehangatan juga akan membuat anak ayam makan setiap saat, sehingga cepat besar. Untuk mendukung itu pada pemeliharaan anak ayam perlu disediakan makanan dan minuman secara terus menerus.

Kandang Anak Ayam Dan Makanan
- Kandang anak ayam perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam sendiri. Untuk usia di bawah 20 hari kandang berupa box, yang tertutup rapat bagian samping. Bagian bawah bisa dengan kawat ram (strimin), namun pada awal-awal dilapis koran pada malam hari. Untuk jumlah ayam yang sedikit, daripada repot bikin kandang bisa menggunakan kardus bekas.

- Kepadatan anak ayam pada kandang box ini 1 x 1 m dapat diisi sebanyak 40 -45 ekor anak ayam.

- Semakin besar ukuran ayam kepadatan kandang perlu dikurangi, kandang yang terlalu penuh akan membuat ayam kurang sehat, terserang penyakit, kanibalisme, dan pertumbuhan tidak merata. Ayam yang kalah makan cenderung lebih lambat pertumbuhannya. Sortir ayam yang cenderung kalah makan dan pisahkan pada kandang tersendiri.

- Makanan yang diberikan pada anakan ayam pada prinsipnya adalah makanan yang memiliki protein cukup tinggi. Karena fase ini adalah fase pertumbuhan, untuk makanan buatan pabrik biasanya diberikan BR1. Bisa juga diberikan menir (pecahan beras), jika tidak mau menggunakan makanan pabrik namun pertumbuhan akan lebih cepat dengan BR1. Sampai ayam kampung usia 21 hari tidak perlu diberikan campuran apapun. Setelah usia 21 hari bisa diberikan campuran makanan lain, misalnya jagung giling, dedak, nasi dan lain sebagainya.

Kebutuhan makanan untuk anak ayam kampung berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
7 gram/per hari sampai umur 1 minggu.
19 gram/per hari sampai umur 2 minggu.
34 gram/per hari sampai umur 3 minggu.
47 gram/per hari sampai umur 4 minggu.
58 gram/per hari sampai umur 5 minggu.
66 gram/per hari sampai umur 6 minggu.
72 gram/per hari sampai umur 7 minggu.
74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Memelihara anakan ayam yang sehat dan cepat besar merupakan hal yang menyenangkan sekaligus memberikan kepuasan tersendiri. Meski itu hanya hobi dan sebagai pengisi waktu luang, namun jika berhasil tentu lebih menggembirakan. Semoga Bermanfaat