Penggunaan ZPT dimulai pada tahun 1932 ketika di temukan ethylene dan acethylene yang dapat meningkatkan pembunggaan pada tanaman Nanas.kemudian pada tahun 1934 ditemukan auxin yang berperan merangsang pertunbuhan akar tanaman.kini penggunaan ZPT dikalangan masyarakatsudah melas,dan berikut ini pembagian ZPT menurut penggunaannya.
1.AUXIN
Auxin digunakan pada buah-buahan untuk menambah produk pertanian.Auxin membantu dalam proses perakaran dan meningkatkan pembungaan,mekanisme kerjanya belum di ketahui secara menyeluruh.Diduga Auxin bekerja mengontrol pembesaran sel dengan suatu pelepasan dinding sel sehingga menambah perkuasan dinding sel.Contoh yang tergolong dalam Auxin ini adalah :IAA,2,4 D,MCPB,NAD,Iald,NAA, dan BNOA.2,4 D dengan kosentrasi yang rendah dapat mencegah kerontokan buah,menunda pemasakan,dan pembesar buah jeruk.
2.GIBBERLLINS
Gibberllins cara kerjanya adalah merangsang pembelahan sel atau perpanjangan sel.Penggunannya dimulai pada tahun 1957 dalam bidang horticultura.Gibberllins digunakan dalam meningkatka kekuatan cabang da meningkatkan hasil,mematahkan dormasi biji,memperbesar buah,menunda pemasakan buah,di samping itu bisa juga meningkatkan kualitas buah,Contoh gibberllins adalah gibbane dan GA.
3.CYTOKININS
Cytokinins berperan dalam pembelahan sel.Hampir semua cytokinins merupakan derivat adenine,cytokinins dikenal pda tahun1955.Contoh dari cytokinins alami adalah Zeatin dan 2iP sedangkan yang buatan adalah BA,PBA,adenine dan Kinetin.
4.ETHILENE GENERATOR
Golongan ini merupakan generasi ethylene yang digunakan untuk merangsang perkecambahan dan pertunasan pada tanaman tertentu.pengguguran daun,bunga dan buah,pengatur tumbuh,pemasakan buah dll.
5.INHIBITORS
Golongan ini dapat digunakan mencegah pertunasan pada bawang simpanan,ubi dll.serta dapat mencegah pertunasan pada tanaman tembakau dan memperpendek ruas batang.contohnya adalah mepiquat chloride (PIX) yang digunakan pada tanaman kapas untuk menghambat tinggi tanaman.chlormequat chloride dan ancymidol dapat mengurangi panjang buku-buku batang.
Read more: http://agriculturproduct.blogspot.com/2012/03/zat-pengatur-tumbuh.html#ixzz1qi5QVWGX
Under Creative Commons License: Attribution
Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts
Saturday, 31 March 2012
Sunday, 5 June 2011
Revolusi Hijau Indonesia
Penduduk dunia terus bertambah, terutama di negara-negara berkembang. Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan pangan. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus, perlu disadari bahwa kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah terbatas. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan.
REVOLUSI HIJAU
Merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju.
Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain.
REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA
Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul
DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU
Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.
PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF
1.
Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
2.
Penurunan keanekaragaman hayati.
3.
Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk.
4.
Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.
REVOLUSI HIJAU
Merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju.
Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain.
REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA
Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul
DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU
Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.
PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF
1.
Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
2.
Penurunan keanekaragaman hayati.
3.
Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk.
4.
Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.
Tuesday, 25 August 2009
Pembuka
Salam kenal bagi kawan-kawan semua.memang dunia pertanian kita jarang di perhatikan bagi Pemerintah kita.tpi kita jangan lekas putus asa. karena di balik itu semua pasti ada hikmah yg terkandung.
Subscribe to:
Posts (Atom)