Thursday, 20 March 2014

BUDIDAYA KARET


 Tujuan utama pasaran karet Indonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
SYARAT PERTUMBUHAN

  - Suhu udara 240C - 280C.
  - Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
  - Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
  - Kelembaban tinggi
  - Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
  - Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
  - Ketinggian lahan 200 m dpl.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Pembibitan
 Persemaian Perkecambahan
    - Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
    - Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
    - Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
    - Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
    - Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
    - Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
    - Jarak tanam benih 1-2 cm.
    - Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.
Persemaian Bibit
    - Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
    - Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
    - Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
    - Penyiraman dilakukan secara teratur
    - Pemupukan :
  PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali
 Pembuatan Kebun Entres
    - Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
    - Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
    - Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
    - Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon

POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali
Okulasi
Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.
 Keterangan     Okulasi Coklat     Okulasi Hijau

 Umur batang bawah     9-18 bulan     3-8 bln

 Diameter batang 10 cm dari tanah    + 2 cm     1 – 1,5 cm

 Kayu okulasi   
 Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm.   
 Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung.

    - Teknik Okulasi : (keduanya sama)
    - Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
    - Persiapkan mata okulasi
    - Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
    - Masukkan perisai ke dalam jendela
    - Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
    - Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
    - Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
    - Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.
3.2. Pengolahan Media Tanam
  a. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
  b. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
  c. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
  e. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras
Teknik Penanaman
 Penentuan Pola Tanaman
      0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
      > 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo
 Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :
   - okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
   - okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm
 Cara Penanaman
    - Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
    - Buka kantong plastik, tebarkan NATURAL GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
    - Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan

Wednesday, 19 March 2014

6 Tipe Pria Yang Tidak Cocok Jadi Suami Anda

(c) shutterstock
 Setiap wanita ingin menikah dengan pria yang tepat, yang bisa bersama-sama menjalani hidup dan saling menopang. Kita bisa jatuh cinta pada siapa saja tanpa rencana, tetapi Anda bisa mengendalikan rasa cinta itu agar tidak menikah dengan pria yang salah.
Dilansir Geniusbeauty.com, Pat Connor, penulis buku Whom Not to Marry menjelaskan bahwa pria-pria di bawah ini sebaiknya tidak Anda nikahi.
Anak Mami
Pria yang mencintai ibu dan keluarganya tentu bagus, tetapi pastikan bahwa pria itu bukan anak mami. Pria yang masuk kategori anak mami terlalu tergantung dengan ibunya, tidak bisa mengambil keputusan sendiri, membiarkan dirinya 'disetir' sang ibu dan kemungkinan besar tidak akan membela istrinya jika adu pendapat dengan sang ibu. Jika Anda ingin hidup mandiri dengan suami, sebisa mungkin hindari pria tipe ini.
Pria Yang Tidak Punya Teman
Ada yang salah pada pria yang tidak punya teman. Sebagai makhluk sosial, sangat penting kehadiran teman dalam hidup kita. Pria yang lebih sering menyendiri dan tidak punya teman untuk berbagi akan menjadi pertanyaan besar, apakah Anda mau hidup bersama orang yang tidak bisa bersosialisasi?
Yang Memperlakukan Wanita Dengan Buruk di Depan Umum
Hati-hati dengan pria yang memperlakukan Anda dengan kasar baik secara fisik maupun verbal di depan umum. Jika di depan orang lain dia berani menyakiti Anda, bagaimana jadinya jika Anda tinggal bersamanya?
Pria Yang Kasar Pada Pelayan
Ingin tahu apakah seorang pria punya temperamen tinggi atau tidak, lihat bagaimana dia memperlakukan orang yang 'lebih rendah' darinya. Lihat bagaimana dia memperlakukan pelayan restoran, bagaimana dia memperlakukan tukang parkir, pedagang kaki lima dan sebagainya. Pria yang punya kerendahan hati dan berwibawa akan memperlakukan semua manusia dengan baik, apapun statusnya. Pria seperti itu lebih bisa menghargai pasangannya.
Pria Tidak Bertanggung Jawab
Apa yang mau diharapkan dari pria yang tidak bisa bertanggung jawab. Jika dia tidak bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri, bagaimana dia bisa bertanggung jawab untuk Anda dan anak-anaknya kelak? Pria punya beban besar sebagai pemikul tanggung jawab keluarga, maka jika Anda mulai melihat bahwa si dia sulit bertanggung jawab, pikirkan lagi keinginan untuk menikah dengannya.
Pria Yang Tidak Punya Selera Humor
Anda beruntung jika memiliki pasangan yang memiliki selera humor dan senang mengajak Anda bercanda (walaupun mungkin sering garing). Saat menikah kelak, kehidupan tidak selalu serius. Penelitian membuktikan pasangan yang bisa bercanda dan tidak takut tertawa lebih awet dan bahagia ketimbang pasangan yang terlalu serius. Jadi jika pria yang Anda kenal tidak punya selera humor, ada baiknya melirik pria lain.

Tuesday, 18 March 2014

Panduan Budidaya Padi




Cara menanam padi terbagi ke dalam beberapa tahapan, dari mulai pemilihan bibit sampai ke pemeliharaan yang berlanjut ke proses pemanenan. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh para petani sebelum menanam padi, hal yang pertama dan paling utama untuk diperhatikan adalah pemilihan jenis padi dan pembibitan.

Saat ini ada banyak jenis padi yang bisa di tanam, antara jenis padi yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan, baik dari cara tanam maupun pemeliharaannya.



Cara Menanam Padi dengan Baik dan Benar


Pemilihan Bibit

Dalam memilih bibit, seharusnya pilihlah bibit yang sesuai dengan areal lahan yang akan ditanami, Jangan lupa juga untuk memperhatikan air dan sumber air yang ada di lahan yang akan ditanami.

Persiapan Lahan

Untuk menanam padi, lahan yang dipilih harus memenuhi kriteria berikut ini;
Subur dan mengandung humus yang banyak
Tanahnya terbuka dan tidak tertutup oleh bangunan atau pepohonan besar.
Dekat dengan sumber air.
Buatlah persemaian untuk lahan yang lumayan luas.
Pembibitan dan Penaburan Benih

Pisahkanlah bibit padi yang bernas dengan yang kosong dengan cara merendam bibit padi selama satu malam. dalam penaburan benih, pilihlah tanah yang gembur yang sebelumnya telah dicampur dengan pupuk kandang.

Taburkan benih secara merata lalu tutup dengan tanah berpasir. Setelah itu tutup kembali tanah dengan dedaunan seperti daun padi kering atau daun pisang. Penyiraman benih cukup dilakukan pada pagi hari dan sore hari saja.

Penggarapan Lahan

Dalam menggarap lahan, sebaiknya campurkan jerami busuk dengan pupuk kandang lalu biarkan teraduk dengan menggunakan traktor. Hal ini dimaksudkan agar tanah semakin subur dan tidak cepat kering.

Penanaman

Jika usia benih sudah mencukupi, Anda bisa segera menanami lahan dengan benih padi yang sebelumnya sudah disemai. Jarak tanam antar padi diusahakan janga terlalu rapat agar pertumbuhan padi juga optimal.

Monday, 17 March 2014

Tanaman tanpa pestisida

Dalam komponen teknologi unggulan Pengelolaan Tanaman Terpadu yang sangat diperhatikan adalah bagaimana tanaman dapat tumbuh dengan sehat. Sehingga tanaman tersebut menjadi tidak mudah sakit atau tahan terhadap serangan hama. Dan penggunaan pestisida kimia menjadi alternatif yang paling akhir, jika komponen yang lain sudah tidak mampu menanggulangi kerusakan, atau sudah masuk ambang ekonomis untuk digunakan.Hal ini menjadi pemikiran kita adalah bagaimana kita membuat pestisida yang aman bagi tanaman, tanah, dan jasad hidup yang menguntungkan. Jawabanya adalah kita kembali ke alam atau membuat/ meramu pestisida alami.Mengapa harus Pestisida Alami?Pestisida Alami atau merupakan ramuan pestisida dari bahan alami. 



Keuntungan dari penggunaan pestisida alami adalah keamanannya bagi lingkungan, manusia, maupun makhluk hidup tidak berbahaya yang kadang membantu dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman tanpa mengurangi fungsinya sebagai pestisida yang efektif mengendalikan organisme pengganggu tanaman.Keuntungan lainnya adalah bahwa bahan-bahan yang dibutuhkan biasanya mudah didapat disekitar kita dengan biaya yang jauh lebih hemat. Sedangkan cara pembuatannyapun sangat mudah dand apat dilakukan sendiri dengan mengikuti petunjuk yang diberikan. Bahan dan Alat yang diperlukanBahan dan alat yang perlukan adalah sebagai berikut :1. EM-4 sebanyak 300 cc2. Molases (tetes tebu) sebanyak 300 cc3. Air 10 lt4. drum plastik sebagai tempat untuk fermentasi5. Tanaman obat atau tanaman yang memiliki bau khas atau keras seperti :- Dedaunan muda yang baik untuk tanaman obat atau dedaunan yang berbau keras seperti daun pepaya, daun mindi, daun nangka, daun jambu, daun kemangi, daun jeruk purut, daun markisa, dan daun beluntas.- Buah-buahan muda yang berasa asam atau berbau keras seperti jambu batu, mangga, pepaya, jeruk nipis, jeruk limo atau jeruk purut, pisang muda.- Tanaman rempah dan bumbu dapur seperti bawang putih, cabai rawit, jahe, lengkuas, kunir, dan sejenisnya.- Tembakau dan rerumputan penggangguTahapan PembuatanBerikut ini tahapan pembuatan ekstrak tanaman :1. Siapkan drum plastik atau ember untuk tepat fermentasi bahan. Tempatkan saringan plastik di dalam drum.2. Racik dan potong (bisa juga ditumbuk) bahan yang akan dimasukkan hingga ukurannya menjadi lebih kecil.3. Masukkan semua bahan yang telah dipotong ke dalam drum plastik yang telah disediakan hingga penuh, tetapi jangan dipadatkan.4. Campurkan air dan molases, masing-masing sebanyak 10 lt dan 300 cc. Aduk campuran tersebut hingga merata.5. Tambahkan EM4 sebanyak 300 cc ke dalam larutan air dan molases, kemudian aduk hingga merata.6. Tuangkan larutan molases dan EM-4 ke dalam drum yang telah diisi bahan hingga semua bahan terendam.7. Bagian atas bahan diberi pemberat, kemudian drum ditutup rapat-rapat.8. Ekstrak tanaman baru dapat digunakan setelah 10 hari.9. Ekstrak tanaman disaring atau diambil cairannya dan dapat disimpan dalam botol. Ekstrak ini hanya bertahan selama 1 bulan.Faktor yang perlu diingat adalah bahan yang digunakan dalam fermentasi ini harus dalam keadaan segar dan memiliki nilai medis. Penggunaan jenis rerumputan yang bertahan hidup seperti jenis kacang-kacangan sangat dianjurkan karena akan memberikan keragaman zat bioaktif dan mikroba.Komposisi bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan keinginan atau disesuaikan dengan ketersediaan bahan tersebut. Banyaknya jenis bahan yang digunakan tidak ditentukan, akan tetapi semakin banyak jenis bahan yang digunakan akan semakin baik.Sisa ekstrak tanaman yang telah jadi tidak perlu dibuang. Untuk melakukan proses selanjutnya cukup dengan menambahkan bahan-bahan baru saja ke dalam drum dan memulai proses yang sama. Penggunaan ulang bahan sisa hanya boleh dilakukan maksimal dua kali. Setelah itu harus diganti bahan yang baru dan sisa yang telah dipakai dapat dibenamkan ke dalam tanah sebagai kompos.Cara Pengaplikasian dan DosisCara penggunaan ekstrak tanaman ini adalah dengan mencampurkan 1cc ekstrak tanaman dengan 1 liter air. Larutan tersebut dapat disiramkan ke atas tanah di sekitar tanaman. Untuk pohon yang besar dapat disiramkan di batas daun bagian luar.Bahan lain dari Limbah dapurSelain bahan dari tanaman, buah atau rempah-rempah, pestisida alami dapat juga dibuat dari limbah dapur. Cara pembuatannya hampir sama akan tetapi bahan yang digunakan berbeda yaitu berasal dari limbah dapur yang telah dipisahkan dengan bahan keras dan anorganik. Selain itu pembuatannya cukup memerlukan waktu untuk fermentasi selama satu malam. Penggunaannya setiap 20 cc hasil fermentasi dilarutkan dalam air sebanyak 20 liter.

Sunday, 16 March 2014

Pupuk Organik

Ada satu cara untuk menanggulangi makin menggunungnya sampah. Jika setiap rumah tangga memanfaatkan sampah organiknya untuk pupuk alami (kompos) bisa dihitung berapa pengurangan volume sampah yang terjadi.


Membuat pupuk kompos sendiri dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara membuat kompos.

1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah.
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk.
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak.
  4. Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.


Bahan:  
  • 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage). 
  • 6,5 m3 kulit buah kopi. 
  • 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter). 
  • 30 kg abu dapur atau abu kayu.
Cara Membuat
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan. 
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak. 
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu. 
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi. 
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan. 
  6. 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang. 
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja. 
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.

Saturday, 15 March 2014

Cara memelihara hamster


Hamster adalah sejenis tikus yang banyak dipelihara karena bulunya yang halus, lucu. Tak heran jika kemudian banyak orang dari beragam latar belakang dan usia yang berminat untuk menjadikan hamster sebagai hewan peliharaan. Sedianya memelihara hamster tidak tergolong sulit. Namun, jika anda berniat untuk memelihara hamster, anda tetap harus memperbanyak informasi mengenai pemeliharaannya. Sebab, jika cara memelihara hamster ini tidak tepat, tentu akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi hamster peliharaan anda.

Memelihara hamster tergolong mudah karena perawatannya yang tidak terlalu rumit. Sekalipun demikian, anda juga tidak bisa menyepelekannya begitu saja. Jika anda memutuskan untuk memelihara hamster, maka anda harus berkomitmen untuk bertanggungjawab atasnya. Berikut beberapa tips untuk merawat hamster bagi pemula:

Berikut Langkah - Langkahnya :

  1. Ada baiknya anda memperhatikan pemilihan jenis hamster yang mungkin bisa anda pelihara. Anda bisa bertanya dengan pemilik toko hewan, ataupun para pemelihara hamster lainnya. Pastinya, anda harus banyak mencari informasi mengenai jenis hamster yang mungkin bisa anda pelihara. Agar anda tidak merasa kesulitan saat memeliharanya. Juga penting untuk anda mengetahui pola makan dan hal-hal mendasar dalam perawatan hamster tersebut.
  2. Hamster sangat membutuhkan kasih sayang dari pemiliknya. Mengapa demikian? Sebab dengan kasih sayang, hamster yang anda pelihara akan semakin mudah diatur. Anda harus sering-sering menyentuh dan bermain dengannya agar ia cepat mengenali anda. Begitu juga dengan mencium aroma tangan anda. Hamster peliharaan anda dengan cepat beradaptasi dengan anda.
  3. Beri perhatian lebih untuk kandangnya. Hamster tentu akan menghabiskan seluruh waktunya di dalam kandang. Oleh karenanya anda perlu memenuhi semua kebutuhan yang membuatnya nyaman berada di dalam kandangnya. Anda perlu memastikan kebersihan serbuk kayu untuk kandangnya. Seperti mengganti serbuk kayu 2 kali seminggu untuk menjaga kebersihan kandang hamster. Serbuk kayu berguna untuk menghangatkan tubuh hamster sekaligus menjadi tempatnya untuk membuang kotoran. Serbuk kayu ini bisa anda dapatkan di toko-toko hewan.
  4. Perhatikan kebersihan kandang hamster. Sebab kandang yang kotor akan menyebabkan hamster rentan terjangkit penyakit. Seminggu atau dua minggu sekali, kosongkan kandang dan cuci kandang secara menyeluruh. Jangan lupa juga bersihkan seluruh peralatan dan aksesoris yang ada di dalam kandang. Pastikan semuanya dalam keadaan bersih ketika anda mengembalikan hamster kembali ke kandangnya. 
  5. Anda juga harus pandai memilih aksesoris yang akan anda letakkan di dalam kandang hamster. Pastikan bahwa aksesoris itu memang dibutuhkannya. Tidak hanya sekedar hiasan saja. Perlu anda ketahui bahwa di alam liar, hamster akan berjalan hingga delapan mil dalam semalam hanya untuk mencari makan. Hal tersebut merupakan salah satu insting alaminya. Bahkan jika ia tidak melakukannya atau tidak ada media untuknya melakukan hal tersebut, akan beresiko menyebabkan kelumpuhan. Karenanya, anda perlu menambah aksesoris berbentuk roda sebagai media penyaluran insting alaminya tersebut. Anda juga memerlukan sebuah kotak kardus kecil atau sesuatu yang dapat menjadi tempat persembunyian hamster ketika ia akan tidur. Sebab, cara tidur hamster adalah dengan bersembunyi. Hamster juga senang berjalan melalui terowongan. Jadi anda perlu menambahkannya dalam daftar aksesoris yang harus anda penuhi.
  6. Perhatikan pula persediaan makanan, serta air untuk perawatan hamster. Anda perlu menyediakan air tawar dan makanannya berupa biji Bungan matahari di dalam tempat makannya dan mengisinya setiap hari. Boleh memberikan sediki bentuk makanan lain seperti wortel, seledri, apel dan anggur untuk menambah nutrisi yang dibutuhkannya. Namun perlu diawasi takaran dan jadwalnya. Sebab konsumsi makanan tambahan ini tidak bisa dilakukan sering-sering. Juga tidak bisa diberikan dalam jumlah yang banyak. Sebab akan berpengaruh buruk pada pencernaan hamster tersebut. Jangan memberi makan coklat, biji kopi, atau kafein apapun pada hamster karena hal ini dapat mengakibatkan kematian.
  7. Jangan pernah merendam hamster dalam air untuk mandi atau alasan apapun. Hamster adalah salah satu binatang yang rentan terhadap serangan penyakit. Hamster sebenarnya akan bersih sendiri sepanjang waktu dan biasanya tidak perlu dibersihkan. Hamster kerdil akan sangat menikmati mandi debu. Anda dapat membeli debu atau bubuk debu untuk mandi hamster di toko hewan peliharaan. Jika sekali waktu memang mengharuskan anda untuk membersihkan sesuatu dari hamster anda. Anda dapat dengan aman menggunakan kain basah atau tisu khusus untuk hewan peliharaan. Tidak perlu menggunakan sabun atau sampo pada hamster Anda
    .

Friday, 14 March 2014

Cara Menanam Kubis




 PENYEMAIAN:



1. Siapkan Tray atau polibag ukuran kecil (10×10 atau 10×12 atau 10×15) sebagai tempat penyemaian

2. Campurkan Tanah dengan  pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1, aduk secara merata  kemudian masukan kedalam tray atau polibag. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan tetapi masih terkena sinar matahari.

3. Masukan satu biji benih yang kualitasnya bagus kedalam setiap bagian tray atau polibag,pendam sedalam setengah sentimeter.

Penyemaian
Penyemaian, saya menggunakan tray, benih sudah tumbuh pada hari ke-7
4.  Siram secara rutin, kalau musim dua hari sekali juga cukup  tapi kalau musim kemarau 1-2 kali sehari, setelah umur 4-6 minggu atau sudah tumbuh daun sekitar 5-6 helai, bibit bisa dipindah di pot atau polibag penanaman.

Penyemaian usia 3 Minggu
Penyemaian usia 3 Minggu, sudah tumbuh 2-3 helai daun.
PENANAMAN:

1. Siapkan media tanam beberapa hari sebelum penanaman, berupa campuran tanah, pupuk kandang dan kompos, aduk secara merata dan masukkan ke dalam pot atau polibag. Diam kan beberapa hari.

2. Setelah media tanam sudah siap maka dilakukan penanaman dengan  memasukkan  bibit yang ada dalam tray atau polibag kecil. Untuk benih dalam tray caranya dicongkel dengan sendok agar tanah dalam tray ikut terbawa bersama akarnya. Untuk benih dalam polibag penyemaian tinggal robek saja plastic polibagnya. Pilih lah bibit yang tumbuh sehat dan subur.

3.  Masukkan bibit tanaman sedalam leher akar, sehingga tanaman bisa berdiri kokoh tidak roboh.

Pemindahan tanaman dari penyemaian ke pot/polibag
Pemindahan tanaman dari penyemaian ke pot/polibag, saya menggunakan kaleng bekas cat sebagi pot, sebenarnya ini terlalu kecil, bagusnya menggunakan pot yang lebih besar atau polibag 35×35 , saya pindah setelah bibit sudah mempunyai 5 helai daun
4. Tanaman tetap diletakkan ditempat yang sama seperti saat penyemaian selama seminggu tujuannya memberikan kesempatan tanaman untuk beradaptasi dengan media tanam yang baru.

5. Berilah tanaman mulsa (penutup tanah)  bisa berupa daun-daun kering atau plastic, lalu letakkan pot atau polibag ditempat terbuka. Tujuan pemberian mulsa ini adalah agar tanah didalam pot/polibag tidak ter-erosi apabila terkena hujan atau agar tanah tidak cepat kering apabila terkena sinar matahari.

Pemberian Mulsa
Pemberian Mulsa, kalau saya menggunakan sampah sisa tanaman kangkung yang dipotong-potong
Tanaman ditaruh ditempat terbuka, yang terkena hujan dan sinar matahari secara langsung
Tanaman ditaruh ditempat terbuka, yang terkena hujan dan sinar matahari secara langsung, saya meletakkannya di atas pagar, karena kalau diletakkan dibawah, daunnya di makan tikus, ga tau nih tikus di tempatku doyan daun kol juga ya??
PEMELIHARAAN:

Penyiraman

semakin besar tanaman tentu harus sering disiram, kalau tanaman masih kecil bisa di siram 1-2 hari sekali, tetapi kalau sudah besar menjadi 1-2 kali sehari. Ini untuk kondisi tidak turun hujan. Kalau kondisi hujan ya Alhamdulillah mengurangi kesibukan menyiram tanman.

Pemupukan

Kalau yang tidak mau menggunakan pupuk kimia, seperti saya maka berikan pupuk kompos atau pupuk kandang pada minggu ke-3 atau ke-4 setelah pindah tanam. Sekalian buat meng-uruk /menambah tanah di pot atau polibag yang berkurang karena hujan/penyiraman. Mulsa yang dulu diberikan juga nanti menjadi kompos

Kalau mau menggunakan pupuk kimia maka pemupukan dilakukan pada minggu ke-2, ke- 4 dan ke-8 setelah pindah tanam, pupuk menggunakan NPK. Cara pemupukan adalah beberapa  lubang di sekitar tanaman kemudian masukkan sedikit pupuk kedalam lubang tersebut kemudian timbun. Yang perlu diperhatikan adalah lubang jangan terlalu dekat dengan tanaman dan dosis jangan terlalu banyak.

Pengendalian Hama dan penyakit

Hama utama yang menyerang tanaman kol/kubis adalah ulat. Apabila masih bisa dikendalikan misal dibunuh dengan tangan maka lakukan saja, tapi kalau sudah parah bisa dilakukan penyemprotan insektisida.

Penyakit yang diderita tanaman kol/kubis adalah penyakit layu, bercak daun dan akar gada.

Pertumbuhan tanaman kol/Kubis
Pertumbuhan tanaman kol/Kubis, Alhamdulillah tidak ada hama dan penyekit yang menyerang jadi tanaman bisa tumbuh dengan sehat
Tanaman kol/kubis sudah mulai membentuk krops/telur
Tanaman kol/kubis sudah mulai membentuk krops/telur, dan ini menurut saya fase yang membuat tanaman kelihatan paling indah
PEMANENAN

Pemanen bisa dilakukan setelah 5 bulan dimana krop-nya sudah bulat, padat dan keras.

penampakan dilihat dari atas
penampakan dilihat dari atas, krop nya belum bulat dan keras, berarti belum layak panen, tapi terserah kalau mau manen juga kan buat konsumsi sendiri :p
Tanaman tampak dari samping
Tanaman tampak dari samping, lumayan montok kan :D
Pemanenan
Pemanenan, ini sebenarnya masih belum layak panen nih umur juga masih 4 bulan kurang, tapi ya sudah lah..
Tanaman Kubis yang telah dipanen krop nya
Tanaman Kubis yang telah dipanen krop nya, saya biarkan saja, nanti dari ketiaknya daun yang tersisa akan tumbuh tunas-tunas yang bisa dimakan juga


Dan Inilah Tunas-tunasnya
Dan Inilah Tunas-tunasnya, ada  lebih dari lima tunas :)
Kesimpulan:

1. Kalau tidak ada hama dan penyakit maka budidaya tanaman ini cukup mudah.

2. Tanaman ini juga sangat indah ditanam di pot atau polibag terutama pada fase pembentukan krop, dan fase ini cukup lama dari bulan ke-3 sampai ke-5, hampir 3 bulan.