Monday, 29 April 2013

Belajar Beternak Bebek Untuk Pemula

Akhir-akhir ini banyak orang bingung bagaimana memulai usaha peternakan bebek, secara kasat mata memang sulit bagaimana harus menyiapkan kandang, membeli bibit ternak, mengolah ransum, serta menjual hasil dari ternak tersebut. kalau harus ditanya apa modal paling utama dalam usaha ini, tidak lain adalah "kemauan", tentunya kemauan tidak berdiri sendiri, melainkan harus ada dukungan dari semua aspek, termasuk dalam hal ini permodalan. adapun modal untuk memulai usaha ini sangatlah ekonomis, bisa dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, misalkan ayam, dari sisi resiko kematian dan biaya kandang memang bebek lebih ekonomis daripada ayam.

Lantas jika kita ingin beternak bebek harus mulai dari mana? banyak pilihan yang bisa kita ambil, misalnya :

1. Bebek pedaging muda
Tentunya dimulai dari DOD pejantan/ meri jantan, karena harga meri jantan lebih murah dari meri betina. bebek pedaging muda ini usia panennya 40 sampai dengan 50 hari, kuncinya adalah bagaimana caranya agar bebek ini cepat gemuk.

2. Bebek pedaging afkir
Bebek pedaging afkir ini dihasilkan dari paska produksi bebek petelur, artinya dikatakan afkir karena sudah tidak produktif lagi, maka harus dijual untuk dipotong.

3. Bebek petelur yang dimulai dari DOD
Perlu waktu paling tidak 6 bulan untuk menunggu agar ternak yang kita pelihara bisa menghasil telur, disamping itu juga resiko kematian kerap menghampiri peternak.

4. Bebek petelur yang dimulai dari yang sudah siap bertelur
Pilihan keempat ini seringkali menjadi pilihan yang paling banyak diminati, karena selain resiko yang sangat minim terhadap kematian, juga jika di kalkulasi antara biaya beli DOD dan memberi makan selama 6 bulan ternyata lebih murah jika membeli bebek yang sudah siap bertelur. Bagi mereka untuk pemula sangat tepat untuk memulai usaha peternakan bebek dengan cara membeli bebek petelur.

Ketika pilihan kita sudah ditentukan dengan memilih bebek siap telur, maka berikutnya adalah membuat kandang, di tahap ini angan- angan kita jangan mengarah pada kandang ayam, apalagi ayam petelur, karena tentunya biaya pembuatan kandang ayam petelur sangatlah mahal jika dibandingkan dengan biaya pembuatan kandang bebek. bebek merupakan jenis unggas yang sangat flexibel sekali, jadi kandangnyapun bisa sangat flexibel juga. cukup dangan kandang berbahan bambu maka kandang sudah bisa didirikan, untuk atap tidak harus genteng atau asbes, dengan terpal atau alas dari daun pun jadi, pagar pembatas kandangpun tidak harus mahal dari batu bata, melainkan dari bambu dengan tinggi 1 meter saja sudah cukup.

Tahap berikutnya adalah memilih/ membeli bebek yang siap telur; dalam membeli bebek yang sudah siap telur yang perlu diperhatikan adalah umur bebek, haruslah benar- benar mendekati usia bertelur, paling tidak usia 5 bulan setengah. dan belilah bebek yang seumuran, agar produksi telurnya tidak terlalu lama.

Setelah itu jika kita sudah dapat bebeknya maka ransum juga harus benar- benar diperhatikan, untuk bebek yang belum bertelur, komposisi pakan untuk konsentrat (sumber protein) jangan terlalu banyak, karena secara ekonomi juga kurang menguntungkan, baru setelah bebek sudah mulai bertelur komposisi konsentrat (sumber protein) bisa ditambahkan sedikit- demi sedikit.

Nah yang ditunggu- tunggu telah tiba, yaitu memanen hasil dari ternak berupa telur....tiap pagi kita akan berbahagia jika bebek- bebek kita sudah pada bertelur semua, dan jangan lupa tetap memperhitungkan selisih antara biaya pakan dsb dengan hasil telur yang didapat. rata- rata bebek dalam keadaan normal bisa bertelur 70%, dan jika perawatan, makan, kandangnya bagus maka bisa menghasilkan lebih dari 80% bahkan mendekati 100%.

Maka dari itu, yang belum memulai dan berkeinginan untuk memulai usaha ini, jangan ditunda....., karena menunda berarti menghilangkan satu kesempatan.

No comments:

Post a comment

Silahkan Komen Rider,